camar

aku hanya camar yang rapuh

yang hanya bisa diam diantara pasir pantai dan ombak yang riuh

sayapku yang patah

membuatku tak mampu menjelajah

lautan biru yang teramat biru

terlampau luas tak sanggup dalam hayalku

angin yang selalu setia memberi berita padaku

tak cukup memuaskan dahagaku

debur ombak yang tak bosan menemaniku

masih terasa sepi kurasakan

kapan …

aku mampu mengepakkan sayapku lagi

karena aku tak ingin seperti ini

aku tak ingin selamanya seperti ini

Say your words