August 12, 2008
· Filed under puisi
lihat saja ….
aku hanya mampu termangu
menangis rasa hatiku
penuh sesal akan dosaku
aku ingin lepas dari belenggu ini
meskipun melepasmu adalah berat
umpamakan engkau adalah separuh hatiku
aku akan lebih memmilih mati kehilanganmu
dari pada aku harus mengajakmu mati perlahan bersamaku
July 16, 2008
· Filed under puisi
engkau datang dengan lembut
layaknya angin yang menyapaku pagi ini
kebekuan pagi yang terasa menusuk tulang
yang engkau tambah dengan sapaanmu
membuat tulangku makin ngilu
…..
tapi kadang engkau datang di saat
matahari membakar kulitku
kau berikanku kesejukan
…
namun kamu aneh
datang dan pergi sesukan hatimu
kapan kau akan kembali ???
July 15, 2008
· Filed under 1, puisi
jika hari tak mengizinkan aku
untuk sekejap melihat raut wajahmu
aku tak peduli
karena setiap sudut lekuk wajahmu
telah akuk simpan rapat
dalam sudut hatiku yang tersembunyi…
dunia ini memang tak memberi
satu waktu
untuk kita tempuh bersama
namun …
sekali lagi aku tak peduli
tiap aliran darah ku ada kamu
……..
inikah rasa membara karena cinta
aku tak peduli
karena kau telah membajak otak dan hatiku
hingga aku tak mampu berpaling darimu
July 12, 2008
· Filed under puisi
hanya satu yang kuingin darimu
jadilah penjaga hatiku
yang akan selalu ada
dan menyapa ramah setiap yang singgah ke dalamnya
karena bukan hanya kamu yang akan menempatinya
aku tahu …
kamu hanya menjadi satu bagian
dalam episode kehidupan yang ku jalani
namun terima kasih
kau telah menambah satu warna dalam hidupku
warna jingga yang ayu
yang ku harap tak kan menjadi kelabu
karena kau akan selalu tersimpan
dalam satu sudut hati
yang tak kan seorangpun tahu
July 2, 2008
· Filed under puisi
maafkan aku tuhan
yang selalu lupa bersyukur akan karunia-Mu
Ampuni aku Tuhan
yang senantiasa mengeluh seiring perjalanan waktuku
aku tahu….
tak kan mulus jalan yang harus ditempuh
namun …
aku lelah
sendiri terasa aku berjalan
mampukah aku terus berjalan seiring waktu
hingga waktu tak mengizinkan aku
tuk berjalan bersamanya
dan meninggalkan aku dalam raga yang sepi
tanpa teman, tanpa kata tanpa apa-apa
July 1, 2008
· Filed under puisi
hari nie…
ke temukan lagi sesosok hati yang indah
ingin rasanya q miliki ia
ia yang begitu indah
dengan senyumnya yang ramah
dengan hatinya yang lembut
aku tak tahu harus berkata apa lagi
hanya kata-kata yang terlampau sederhana
yang bisa aku ucapkan
hatinya yang sangat mengerti aku
membuat aku tak ingin jauh darinya
mungkin inilah hasrat manusia
yang selalu ingin memiliki yang ia suka
namun …
kini aku putuskan untuk kehilangannya
sebelum semua terlampau jauh
sebelum terlalu dalam hatiku tenggelam
aku akan meninggalkannya karena
aku tahu ia bukanlah takdirku
June 26, 2008
· Filed under puisi
aku hanya camar yang rapuh
yang hanya bisa diam diantara pasir pantai dan ombak yang riuh
sayapku yang patah
membuatku tak mampu menjelajah
lautan biru yang teramat biru
terlampau luas tak sanggup dalam hayalku
angin yang selalu setia memberi berita padaku
tak cukup memuaskan dahagaku
debur ombak yang tak bosan menemaniku
masih terasa sepi kurasakan
kapan …
aku mampu mengepakkan sayapku lagi
karena aku tak ingin seperti ini
aku tak ingin selamanya seperti ini
June 25, 2008
· Filed under puisi
Kamu yang ku mau
dan aku tak inginkan yang lain
hanya hatimu yang ingin ku datangi
ku ingin bersemayam
hingga engkau bosan
aku tak akan serakah memonopoli ruang hatimu
karena aku tahu hatimu telah kau bagi
95 persen untuk Tuhanmu
2 persen untuk Ibumu
1 persen untuk ayahmu
dan kau hanya menyisakan
satu persen saja untukku
dan kau katakan padaku
satu persen itu untuk cinta yang lain
yang tak bisa kau sebutkan
satu per satu
namun aku bersyukur
telah kau beri kesempatan menempati ruang hatimu
June 24, 2008
· Filed under puisi
hatiku rasa gundah
apa yang nyata tak begitu bisa inderaku terima
otakku hanya mampu setengah bekerja
hingga anganku terus melayang
perasaanku tak karuan
dihantui rasa yang tak kumengerti
bukan sedih….
namun bukan juga sebuah rasa yang bahagia
aku sendiri tak tahu apa yang kurasakan saat ini.
Tangisku hanya dalam hati
ragaku hanya diam
terpekur ia dalam senyap
meskipun ramai dunia yang ada
aku bingung
dan tak tahu harus bagaimana…..
June 23, 2008
· Filed under puisi
Asaku….
ingin aku berlari……
di lepas pantai nan anggun
bersama pasir pantai yang putih
kuhirup udara sepenuh peru-paruku menampungnya
kan kutenggelamkan pikiranku ke dalam alunan ombak yang berdebur
kulupakan sejenak rasa perih yang menghimpit dada
hanya satu yang kurasakan tak ada
dekapan hangatmu yang kini tak lagi kumiliki
aku hanya seorang diri
menanti berakhirnya waktu untukku
apa yang kucari aku sendiripun tak tahu
alam yang selalu hiruk pikuk
terasa senyap bagiku
karena engkau kini telah tinggalkan aku
dalam pelukan sepi yang pahit.
Engkau tak lagi kumiliki….
June 20, 2008
persinggahan takdir yang membawaku ke tempat ini